Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Fakta & Data

Lebih dari Seabad Terpinggirkan, Bahasa Ainu di Jepang Dihidupkan Lagi Lewat AI

Kompas.com - 29/08/2025, 09:32 WIB

Selama kunjungan para peneliti ke Nibutani, mereka membuat pangsit beras bersama sekelompok penduduk.

Mereka menghadiri salah satu kelas reguler yang diampu Kenji Sekine, yang diikuti lebih dari selusin siswa berusia tujuh hingga 15 tahun.

Te Ataarangi, sebuah metode pengajaran bahasa yang menekankan berbicara dan visualisasi, yang dikembangkan oleh masyarakat Maori, sebuah kelompok Pribumi di Selandia Baru.

"Yang kami perjuangkan saat ini adalah persoalan kurangnya rekaman percakapan. Orang terakhir yang kami sebut sebagai penutur asli meninggal dunia 20 tahun yang lalu," kata Kenji.

Menjaga keberlangsungan Ainu jelas penting bagi komunitas ini.

Tapi apa konsekuensinya?

Maya Sekine bertanya-tanya apakah data yang digunakan untuk melatih sistem AI akan sepenuhnya dapat diakses publik.

David Ifeoluwa Adelani, dosen di Fakultas Ilmu Komputer Universitas McGill di Kanada, berkata bahwa para peneliti Ainu perlu membangun kepercayaan dan transparansi dengan komunitas.

"Dalam beberapa kasus revitalisasi bahasa, ada aspek, 'Anda datang dan mengumpulkan data, lalu menjualnya kembali kepada kami'," kata Adelani.

"Para peneliti perlu mendapatkan persetujuan dan kemudian menyepakati bagaimana data tersebut akan digunakan," tuturnya.

Editor : YUHARRANI AISYAH

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
 
Pilihan Untukmu
Close Ads

Copyright 2008 - 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.