Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Fakta & Data

Lebih dari Seabad Terpinggirkan, Bahasa Ainu di Jepang Dihidupkan Lagi Lewat AI

Kompas.com - 29/08/2025, 09:32 WIB

Pada tahun 2015, Badan Urusan Kebudayaan Jepang mulai mendigitalkan berbagai rekaman itu untuk penelitian dan pendidikan. Inisiatif menggunakan AI muncul tiga tahun setelahnya.

Secara konvensional, teknologi pengenalan suara otomatis dibangun dengan kumpulan data besar untuk memahami tata bahasa tertentu, sebelum memulai transkripsi.

Namun bahasa yang terancam punah seperti Ainu tidak memiliki data tersebut.

Solusinya, para peneliti harus mengandalkan model "end-to-end" – sebuah pendekatan yang memungkinkan sistem mempelajari cara memproses suara menjadi teks tanpa pengetahuan tata bahasa.

Tim yang digawangi Kawahara kini sedang mengembangkan sistem sintesis bahasa Ainu berbasis AI.

Sejauh ini mereka dapat membuat AI tersebut untuk meniru penutur yang telah memberikan lebih dari 10 jam rekaman.

Sistem ini bahkan telah menghasilkan versi audiovisual dari teks dua cerita prosa, berjudul Kisah Beruang, yang ditranskripsi antara 1950-1960, dan Saudari Raijin yang ditranskripsi pada tahun 1958.

Versi audio AI dari Saudari Raijin telah dibagikan kepada Museum Nasional Ainu Upopoy.

Data itu kini digunakan untuk melatih para aktor teater.

Bagi telinga yang kurang terlatih, rekaman dengan suara mirip seorang perempuan tua, terdengar sangat alami, dengan jeda yang jelas dan sejumlah infleksi nada yang biasa terdengar dari penutur asli.

Editor : YUHARRANI AISYAH

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
 
Pilihan Untukmu
Close Ads

Copyright 2008 - 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.