“Yang paling saya rindukan hanyalah masakan ibu,” tuturnya.
Meski begitu, Sudaru merasa berada di Jepang adalah pencapaian besar dari sebuah mimpi masa kecil yang tumbuh dari tayangan Doraemon.
“Saya selalu menyisihkan penghasilan untuk ibu di kampung. Dalam setiap kiriman uang, saya titipkan harapan kecil agar beliau bahagia,” kisahnya.
Tidak hanya para pekerja, pelajar Indonesia di Jepang juga memiliki semangat yang besar untuk berbagi kepada keluarga, serta menabung untuk masa depan.
Sasa Pertamax, mahasiswi yang sedang menempuh studi di Osaka, memilih Jepang sebagai tujuan pendidikan karena mengagumi nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras.
Saat ini, ia berusaha menjalani studi sebaik mungkin sambil bekerja paruh waktu. Sasa berharap, suatu hari nanti ia bisa membalas semua pengorbanan keluarganya dengan membantu secara nyata.
“Saya belum bekerja penuh waktu, tapi ingin suatu hari bisa bantu keluarga karena kiriman uang menurut saya adalah simbol terima kasih,” ujarnya.
Cerita lain datang dari Treza Chandra Julian, peraih beasiswa MEXT untuk studi S2 dan S3 yang kini bekerja sebagai desainer interior di Nagoya.
Meski sudah berhasil meraih mimpinya belajar dan bekerja di Jepang, ia tak pernah lupa untuk menyisihkan penghasilan demi kebahagiaan keluarganya.
“Mengirim uang buat saya adalah bentuk tanggung jawab dan terima kasih,” ujar Treza.