“Ada QRIS, wisatawan Indonesia di Jepang tidak perlu lagi cari tempat penukaran uang. Kemudahan ini memang sejak lama kami tunggu,” ujar John.
Ia menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 200 ribu diaspora Indonesia di Jepang. Sementara pada 2024, tercatat lebih dari 500 ribu wisatawan Indonesia datang ke Jepang, angka yang diprediksi terus meningkat.
“ Tentunya ini (QRIS) mempermudah untuk transaksi bagi wisatawan Indonesia yang datang ke Jepang. Begitu juga dengan diaspora Indonesia saat beli kopi atau belanja lainnya,” katanya.
John juga mempraktikkan langsung pembelian kopi seharga 650 yen di Waroeng Pavilion Osaka menggunakan QRIS.
Deputi Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menegaskan, Bank Indonesia menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah Jepang dan asosiasinya untuk mendukung pemanfaatan QRIS di luar negeri.
Selain Jepang, QRIS saat ini juga sudah bisa digunakan di sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Bank Indonesia menargetkan pemanfaatan QRIS lintas negara akan diperluas ke destinasi lain di Asia yang banyak dikunjungi wisatawan maupun pengusaha asal Indonesia.
@ohayo_jepang Jepang emang juaranya dalam hal disiplin dan efisiensi! ✨ Bayangin, dalam 7 menit aja, tim pembersih Shinkansen bisa bikin kereta yang baru aja dipakai ratusan orang jadi kinclong lagi dan siap berangkat! 🚄✨ Dari jadwal kereta yang selalu tepat waktu sampai sistem kerja yang super terorganisir, gak heran kalau Jepang terkenal dengan budayanya yang serba efisien. 🗳️ Polling Time! Tapi kalau diterapin di Indonesia, kira-kira bisa nggak ya? 🤔 Kreator Konten: Zahra Permata Jodea Produser: Luthfi Kurniawan Penulis: YUHARRANI AISYAH #OhayoJepang #Tinggaldijepang #KerjadiJepang ♬ Soft Pillow - Bedroom dreams