Namun, pada pelelangan di Miyazaki tahun 2022, sepasang mangga Taiyo no Tamago terjual hingga 500.000 yen (sekitar Rp 55,1 juta).
Semangka Densuke hanya ditanam di Hokkaido, khususnya di kota Tohma.
Kondisi iklim dan tanah vulkanik di wilayah tersebut membuatnya bisa tumbuh dengan kualitas tinggi.
Varietas ini termasuk jenis Black Diamond dan pertama kali diperkenalkan pada 1981.
Nama Densuke kemudian resmi didaftarkan sebagai merek dagang pada 1989.
Semangka ini hanya bisa diproduksi dalam jumlah terbatas karena membutuhkan lahan luas, banyak air, serta perawatan intensif.
Setiap buah yang lolos inspeksi ketat akan dijual dengan label resmi.
Pada pelelangan 2020, semangka Densuke terjual 220.000 yen (sekitar Rp 24,3 juta), lebih rendah dibanding rekor 12 tahun sebelumnya sebesar Rp 99,1 juta.
Namun, harga mulai naik kembali pada 2021 ketika sebuah semangka terjual 600.000 yen (sekitar Rp 66,2 juta) di Sapporo.
Selain pelelangan, semangka Densuke juga dijual langsung dari petani di Tohma pada musim Juni hingga Agustus dengan harga sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4,9 juta.