OHAYOJEPANG - Belasan mahasiswa Jepang yang tergabung dalam project officer AMSEP Indonesia for Japan 2025 mengunjungi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kunjungan itu menjadi pengalaman berharga karena mereka bisa mempelajari langsung warisan sejarah, kebudayaan, hingga kearifan lokal di NTB.
Salah satu peserta, Yuri Yoshida, mahasiswa fakultas kedokteran asal Jepang, mengaku kunjungan ke Museum NTB membuka wawasannya tentang Indonesia.
"Yang awalnya saya tidak tau bahwa di Indonesia, di pulau yang berbeda, bisa beda suku juga beda budayanya. Jadi, setelah kunjungan ke museum NTB saya menjadi tahu," ujarnya di Mataram melansir Antara News (29/8/2025).
Yuri menjelaskan, kunjungan ini bukan hanya mengenalkan sejarah dan budaya, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang geologi.
Ia menyinggung fenomena gunung berapi dunia seperti Gunung Salamas dan Gunung Tambora yang turut dipelajari di museum.
Selain itu, ia juga terkesan dengan rumah adat yang mencerminkan identitas masyarakat NTB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari AMSEP, program pertukaran mahasiswa kedokteran Asia yang dikelola AMSA.
Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa mengikuti pertukaran pra-klinis atau klinis selama 5 hingga 10 hari sesuai cabang yang dipilih.
Dalam program tersebut, peserta tidak hanya belajar pendidikan kedokteran dan praktik klinis.